Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Juli 2021

Gelita Malam


Ketika dunia lupa akan terbenamnya mentari

Dan di saat fajar belum ada janji untuk muncul kembali

terbangun raga dengan termangu menatap kosong pada dunia

melihat mimpi di kala lelap lebih indah dari impian di saat terjaga

 

Dalam diam, sontak teringat sebuah pepatah berkata

“siang memiliki mata, dan malam memiliki telinga”.

Bagai sebuah magis yang menghipnotis,

hening suara diam-diam memasuki celah rahasia dalam kepala

Membawa diri kembali ke pangkal dimana akal masih terlalu dangkal

Hingga menenangkan diri, agar tidak kembali terlalu dini untuk beranjak lari

 

Mungkin manusia terlampau jauh dalam mencoba mencari arti

Tanpa menyadari, terkadang dasar adalah kunci dari segala permasalahan besar 

Walau menurutku kegagalan tetaplah suatu keberhasilan yang gagal

Namun malam meyakinkan bahwa ia bukanlah sesuatu yang sia-sia

Karena bintang pun takkan nampak elok tanpa gelita,

dan bulan pun akan membosankan tanpa adanya kawah

 

Hirup udara berhembus kian menjadi dingin

Menembus sukma yang kemudian hangatkan jiwa

Boleh jadi samar majas membuat cahaya ilahi nampak lebih jelas.

Dan kurasa semakin gelap malam, membuat semakin terang pikiran

walau terkadang semakin dalam rasa sakit.

 

Read more

Selasa, 28 April 2020

SETITIK MERAHKU




Orang bilang, setitik merah telah mati
Mati karena ulah tangan sendiri
Setitik merah dalam lingkaran api
Yang kini tak kunjung kujumpai
Semua ini semakin sunyi
Hilang tak berarti
Apa mungkin setitik merah telah pergi?
Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?
Lantas ku berdiri
Dan secepat mungkin mencari
Dalam hati kuberjanji
Tuk menjaga setitik merah abadi
Dan aku meyakini
Lambat laun semua akan pulih kembali
Dengan usaha yang tak akan kupungkiri

Tak lama kusadari
Setitik merah itu mulai berseri
Bagai eloknya matahari pagi
Yang terus menyinari
Air mata tak dapat terhenti
Memandang keajaiban itu terjadi
Setitik merah yang mulai kembali
Menyala nyala dalam lingkaran api
Menjadi nyawa api yang berkualitas tinggi
Yang menjadikannya abadi
Abadi dalam hati ini
Setitik merah penyemangat diri

Karya : Immi. Putri Ayu Andina
Read more

Jumat, 20 Maret 2020

Di Pergantian Siang dan Malam


Karya : Adhelya Restu Iryani

Image: freepik

"Di pergantian siang dan malam
Ada tanda-tanda kebesaranNya
Bagi mereka yang yang berakal."

Di pergantian siang dan malam
Aku tertatih mengeja..
Huruf demi huruf..
Kata demi kata..
Perlahan kucoba membaca..
Pesan-pesan cinta dariNya..

Di pergantian siang dan malam..
Hampir saja ku menyerah..
Karna tak satupun dapat ku pahami..
Dari sekian pesan keindahan..
Mengapa tak jua ku temui arti..
Mengapa justru beban dan kesedihan yang kurasakan..

Di pergantian siang dan malam..
Kucoba bermuhasabah diri..
Mungkin saja ilmuku masih begitu dangkal untuk mengerti..
Makna tersirat dari segala yang tersurat..
Mungkin saja sujudku terlalu singkat tuk percepat doa-doa yang terpanjat..
Mungkin saja amalanku begitu sedikit..
Sedangkan dosaku berbukit-bukit..
Bahkan mungkin syukurku hanya sebatas mata kaki..
Sedangkan keluhku tiada henti...

Di pergantian siang dan malam...
Keyakinan itu datang...
Pada akhirnya semua usaha akan menemui hasil..
Semua ikhtiar akan terbayar..
Semua yang tersirat akan terbaca jelas..
Hingga syukur tak lagi luntur..

Lamongan, 6 Januari 2020






Biodata Penulis
Nama : Adhelya Restu Iryani
Alamat : jl.pramuka dsn. Penanjan - 
desa Paciran - kec. paciran - kab. Lamongan
Email : adheliryani@gmail.com
No WhatsApp : 08819730245
Instagram : @adhel_iryani

Read more

Kamis, 19 Maret 2020

Tanya Samudera


Karya : Adhelya Restu Iryani
image: Pixabay

Aku terdiam menikmati hembusan angin di tepi pantai..
Aku menatap jauh ke lautan lepas...
Melarungkan segala beban yang berkecamuk di dada...
Dalam diam aku bercerita..
Perihal jalan terjal yang kulalui...
Yang membenturku berkali kali..
Mencipta luka baru di antara luka lama yang belum sepenuhnya pulih...
Aku bercerita tentang dunianya yang begitu indah berpendar..
Sedangkan duniaku semakin meredup seolah tak lagi bersinar...
Aku bercerita perkara mimpi yang sempat terhenti...
Dan langkahku yang kian tak pasti..

Dan darinya kudapati tanya...

Lantas..
Apakah syukurmu akan luntur setelah sekian kali terbentur?
Ataukah semangatmu akan memudar?
Setelah melihat ada dunia yang lebih indah berpendar..
Apakah langkahmu akan terhenti?
Setelah sejauh ini mencoba menapakkkan kaki..
Ataukah mimpimu akan terkubur?
Setelah perlahan melangkah mundur...

Aku terdiam, berpikir keras terkait jawaban yang pantas....

Lamongan,7 Januari 2020


Biodata Penulis
Nama : Adhelya Restu Iryani
Alamat : jl.pramuka dsn. Penanjan - desa Paciran - kec. paciran - kab. Lamongan
Email : adheliryani@gmail.com
No WhatsApp : 08819730245
Instagram : @adhel_iryani

Read more

Minggu, 01 Maret 2020

BERBATAS


Karya : Immi. Adhelya Restu Iryani

credit: Pixabay


"Bu, itu lautnya langsung gabung sama langit ya?"
"Aku pengen ke laut ujung sana bu, biar bisa menyentuh langit"
Dulu aku mengira bahwa batas laut itu adalah langit. Nyatanya kini aku mengerti bahwa bukan laut yang tak berbatas melainkan penglihatan kita yang terbatas. Kita tak mampu melihat tepian laut seberang dengan satu sudut pandang, satu satunya cara adalah mengubah sudut pandang tersebut.
--
Semakin hari aku pun menyadari bahwa bukan hanya penglihatan kita yang terbatas, melainkan pengetahuan kita pun begitu terbatas. Satu-satunya cara memperluas batas wawasan kita adalah belajar.
--
Semakin belajar, aku semakin merasa pemahamanku pun memiliki batas. Ada banyak hal yang tidak ku ketahui. Bahkan beberapa tidak dapat dijangkau oleh nalarku sebagai manusia. Satu satunya cara adalah menggunakan hati untuk percaya, nalar dan naluri harus dipakai bersama.
--
Lambat laun aku pun memahami. Nyatanya hatiku tak seluas jagat raya, pun tak sehalus kain sutra. Sabarku masih berbatas, syukurku masih tenggelam dalam keluh, taubatku masih beradu dengan maksiat- maksiat baru. Satu-satunya hal yang harus ku lakukan adalah terus berbenah.
--
Kini aku menyadari, beberapa hal memang diciptakan memiliki batas. Agar aku tidak lupa statusku sebagai manusia. Batas-batas itu diciptakan untuk meruntuhkan kecongkakanku ketika mulai sok berkuasa. Kecongkakan dan kerakusan tak akan mampu menembus batas. Satu-satunya yang dapat menembus batas adalah ketulusan.
Paciran, 10 Januari 2020



Biodata Penulis
Nama : Adhelya Restu Iryani
Alamat : jl.pramuka dsn. Penanjan - desa Paciran - kec. paciran - kab. Lamongan
Email : adheliryani@gmail.com
No WhatsApp : 08819730245
Instagram : @adhel_iryani


Read more

Sabtu, 29 Februari 2020

Purnama Bertutur Kata


Karya : Immi. Adhelya Restu Iryani
credit: Pixabay


Dalam hening di malam gulita...
Aku menatap purnama yang menggantung indah di langit kota....
Pancaran cahayanya menerpaku...
Seolah berbisik..
Menyampaikan kedamaian..
Tenanglah...
Semua akan baik-baik saja..
Bersabarlah...
Karena ada jawab pada setiap tanya..
Ada obat pada setiap lara..
Ada tawa mengiringi duka...
Ada masa depan yang cerah diujung lelah...

Hey.. kau tak perlu merasa sendiri..
Tuhanmu tak pernah meninggalkanmu dalam sunyi..
Teruslah berbaik sangka akan rencanaNya..
Tetaplah berharap hanya padaNya..
Ketahuilah...
Tuhanmu begitu berkuasa..
Purnama yang kau tatap kini adalah satu dari sekian mahakaryaNya..

Aku tau..
Kau menyimpan tangismu dalam tawa yang sering kau tampakkan pada mentari..
Aku pun menyaksikan setiap pintamu pada ilahi..
Aku memahami keresahanmu menatap mimpi yang tak kunjung kau gapai...
Aku pun mengerti kesedihanmu yang menjumpai angan dan kenyataan tak sejalan..
Namun percayalah..
Segalanya terjadi bukan tanpa alasan..

Suatu saat... kau mungkin melihat..
Duniamu dikelilingi orang-orang hebat...
Namun, kau tak perlu merasa rendah diri...
Layaknya rembulan dan mentari..
Rembulan tak pernah lebih terang dari mentari..
Namun cahayanya memberikan keteduhan tersendiri..
Tidak membakar dan menyalurkan kedamaian..
Kau pun memiliki peranmu sendiri..
Teruslah melangkah meski kau rasa lelah..
Karena boleh jadi Tuhanmu sedang menyiapkan sesuatu yang indah..
Sebgaimana setelah gerhana pun ada fenomena indah dalam fase purnama...

Lamongan,18 Januari 2020



Biodata Penulis
Nama : Adhelya Restu Iryani
Alamat : jl.pramuka dsn. Penanjan - desa Paciran - kec. paciran - kab. Lamongan
Email : adheliryani@gmail.com
No WhatsApp : 08819730245
Instagram : @adhel_iryani

Read more