Home
Posts filed under Karya kader
Tampilkan postingan dengan label Karya kader. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karya kader. Tampilkan semua postingan
Kamis, 04 Juni 2020
Jumat, 22 Mei 2020
Kejujuran dan Kepercayaan Saat Pandemi COVID-19
Oleh : immi. Nanda Garintralia
K.
Beberapa waktu yang lalu, sempat popular isu tidak terbukanya pemerintah dalam mengungkap data pasien COVID-19. Akhirnya pemerintah mulai mengungkap data jumlah PDP dan ODP di situs resminya sejak 14 April 2020. Meski begitu, bagi masyarakat khususnya peneliti, hal tersebut masih kurang mengingat pemerintah tidak membuka data terkait jumlah PDP dan ODP yang meninggal. Padahal dalam pedoman terbaru yang ditetapkan oleh WHO, data kematian tekait COVID-19 mencakup pasien yang secara klinis memiliki gejala COVID-19 (PDP dan ODP) serta pasien terkonfirmasi positif COVID-19. Transparansi data perlu dilakukan karena menunjukkan skala pandemi sehingga dapat memprediksi waktu yang tepat untuk melakukan relaksasi. Data yang tidak transparan dapat menjadi salah satu faktor kepercayaan (trust) masyarakat terhadap pemerintah jadi menurun.
Gambar 1 Definisi Kematian Akibat COVID-19 (Sumber : WHO,
2020)
Pada lingkungan sosial, isu terkait penyaluran bantuan
pemerintah di era pandemi yang
tidak tepat sasaran juga menjadi salah satu faktor kepercayaan dalam area komunal menurun.
Data tentang warga yang berhak mendapat bantuan antara pemerintah tingkat desa dengan data
pemerintah provinsi bisa jadi berbeda. Masyarakat bisa saling mencurigai akibat tidak meratanya
bantuan yang diterima.
tidak tepat sasaran juga menjadi salah satu faktor kepercayaan dalam area komunal menurun.
Data tentang warga yang berhak mendapat bantuan antara pemerintah tingkat desa dengan data
pemerintah provinsi bisa jadi berbeda. Masyarakat bisa saling mencurigai akibat tidak meratanya
bantuan yang diterima.
Di sisi lain, kita juga kerap membaca berita tentang
pasien positif COVID-19 yang tidak jujur
sehingga warga maupun tenaga medis yang kontak dengannya harus menjalani isolasi mandiri. Hal tersebut membuktikan bahwa kepercayaan dan kejujuran menjadi salah satu hal yang penting untuk bisa membangun relasi yang baik antar individu maupun kelompok. Kekuatan relasi, bergantung seberapa besar kepercayaan individu terhadap individu lain maupun dalam suatu komunitas. Rasa saling percaya dapat membangun komunikasi yang baik untuk bekerjasama dalam penanganan pandemi COVID-19. Hal tersebut dapat dimulai dari diri kita sendiri dengan berlaku jujur mengenai keluhan dan status kesehatan kita saat dilakukan pemeriksaan.
sehingga warga maupun tenaga medis yang kontak dengannya harus menjalani isolasi mandiri. Hal tersebut membuktikan bahwa kepercayaan dan kejujuran menjadi salah satu hal yang penting untuk bisa membangun relasi yang baik antar individu maupun kelompok. Kekuatan relasi, bergantung seberapa besar kepercayaan individu terhadap individu lain maupun dalam suatu komunitas. Rasa saling percaya dapat membangun komunikasi yang baik untuk bekerjasama dalam penanganan pandemi COVID-19. Hal tersebut dapat dimulai dari diri kita sendiri dengan berlaku jujur mengenai keluhan dan status kesehatan kita saat dilakukan pemeriksaan.
Pada tingkat komunal sendiri, dalam kasus bansos, harus
terjadi transparansi data agar data
penerima bantuan yang dikirimkan ke pemerintah sesuai dengan kenyataan di lapangan. Edukasi
kepada masyarakat harus terus dilakukan agar tidak ada lagi berita pasien yang tidak mengaku
bahwa ia positif COVID-19. Selain itu, masyarakat harus taat peraturan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan saat pandemi, mengingat banyak beredar berita tentang pelanggaran PSBB.
penerima bantuan yang dikirimkan ke pemerintah sesuai dengan kenyataan di lapangan. Edukasi
kepada masyarakat harus terus dilakukan agar tidak ada lagi berita pasien yang tidak mengaku
bahwa ia positif COVID-19. Selain itu, masyarakat harus taat peraturan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan saat pandemi, mengingat banyak beredar berita tentang pelanggaran PSBB.
Pada lingkup pemerintah, khususnya pemerintah pusat,
keterbukaan data menjadi asupan dasar
yang digunakan oleh pakar epidemiologi untuk memprediksi kapan puncak pandemi terjadi dan
kapan waktu yang tepat untuk melakukan pelonggaran. Relaksasi atau pelonggaran tidak dapat
dilakukan bila rasio testing per seribu penduduk masih rendah. Peningkatan kapasitas testing perlu dilakukan untuk mengatasi hal tersebut.
yang digunakan oleh pakar epidemiologi untuk memprediksi kapan puncak pandemi terjadi dan
kapan waktu yang tepat untuk melakukan pelonggaran. Relaksasi atau pelonggaran tidak dapat
dilakukan bila rasio testing per seribu penduduk masih rendah. Peningkatan kapasitas testing perlu dilakukan untuk mengatasi hal tersebut.
Indonesia juga perlu segera memiliki kurva epidemi agar
bisa menentukan kebijakan lanjutan yang tepat untuk mengatasi pandemi. Pembuatan
kurva epidemi menjadi sulit untuk dilakukan bila jarak waktu antara tes swab PCR dengan pengumuman hasil tes
terlampau lama, sehingga masih perlu banyak perbaikan. Karena kunci dalam
menanggulangi pandemi ini ada tiga yaitu test
(Diagnosa), track (Penelusuran kontak
pasien positif), dan treat (Pengobatan).
Rakyat dan pemerintah harus saling membangun komunikasi
yang baik agar terjadi rasa saling
percaya dan tidak saling menyalahkan. Pendekatan kultural dapat dilakukan untuk meningkatkan
kepercayaan antar kedua belah pihak. Kebijakan pemerintah yang diterapkan tidak boleh saling
tumpang tindih antar sektor yang satu dengan sektor lainnya. Kebijakan terkait kesehatan
utamanya tentang penanganan pandemi COVID-19 harus lebih diprioritaskan daripada sektor
lainnya. Hal tersebut sejalan dengan pepatah yang dikemukakan oleh salah seorang filsuf Jerman, Schopenhauer, "Health is not everything, but without health, everything is nothing". Penanganan pandemi yang tepat dan cepat dapat memulihkan sektor lainnya dengan lebih cepat pula, khususnya sektor ekonomi.
percaya dan tidak saling menyalahkan. Pendekatan kultural dapat dilakukan untuk meningkatkan
kepercayaan antar kedua belah pihak. Kebijakan pemerintah yang diterapkan tidak boleh saling
tumpang tindih antar sektor yang satu dengan sektor lainnya. Kebijakan terkait kesehatan
utamanya tentang penanganan pandemi COVID-19 harus lebih diprioritaskan daripada sektor
lainnya. Hal tersebut sejalan dengan pepatah yang dikemukakan oleh salah seorang filsuf Jerman, Schopenhauer, "Health is not everything, but without health, everything is nothing". Penanganan pandemi yang tepat dan cepat dapat memulihkan sektor lainnya dengan lebih cepat pula, khususnya sektor ekonomi.
Masyarakat harus dapat memilah informasi yang benar
terkait COVID-19 agar tidak termakan hoax. Informasi mengenai COVID-19 harus
disampaikan oleh orang-orang kompeten sesuai bidang keilmuan yang ditempuh.
Jangan sampai terjadi kesalahpahaman akibat misinformasi yang diberikan oleh
oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Wallahua'lam bi showab. Tetap patuhi
protokol kesehatan, karena sudah teralu banyak nyawa yang menjadi korban akibat
COVID-19. Semoga pandemi COVID-19 segera berakhir sehingga rakyat Indonesia
dapat beraktivitas dengan normal kembali.
Selasa, 28 April 2020
SETITIK MERAHKU
Mati karena ulah tangan sendiri
Setitik merah dalam lingkaran api
Yang kini tak kunjung kujumpai
Semua ini semakin sunyi
Hilang tak berarti
Apa mungkin setitik merah telah pergi?
Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?
Lantas ku berdiri
Dan secepat mungkin mencari
Dalam hati kuberjanji
Tuk menjaga setitik merah abadi
Dan aku meyakini
Lambat laun semua akan pulih kembali
Dengan usaha yang tak akan kupungkiri
Tak lama kusadari
Setitik merah itu mulai berseri
Bagai eloknya matahari pagi
Yang terus menyinari
Air mata tak dapat terhenti
Memandang keajaiban itu terjadi
Setitik merah yang mulai kembali
Menyala nyala dalam lingkaran api
Menjadi nyawa api yang berkualitas tinggi
Yang menjadikannya abadi
Abadi dalam hati ini
Setitik merah penyemangat diri
Karya : Immi. Putri Ayu Andina
Jumat, 20 Maret 2020
Di Pergantian Siang dan Malam
Karya : Adhelya
Restu Iryani
Image: freepik
"Di pergantian siang dan malam
Ada tanda-tanda kebesaranNya
Bagi mereka yang yang berakal."
Di pergantian siang dan malam
Aku tertatih mengeja..
Huruf demi huruf..
Kata demi kata..
Perlahan kucoba membaca..
Pesan-pesan cinta dariNya..
Di pergantian siang dan malam..
Hampir saja ku menyerah..
Karna tak satupun dapat ku pahami..
Dari sekian pesan keindahan..
Mengapa tak jua ku temui arti..
Mengapa justru beban dan kesedihan yang kurasakan..
Di pergantian siang dan malam..
Kucoba bermuhasabah diri..
Mungkin saja ilmuku masih begitu dangkal untuk
mengerti..
Makna tersirat dari segala yang tersurat..
Mungkin saja sujudku terlalu singkat tuk percepat
doa-doa yang terpanjat..
Mungkin saja amalanku begitu sedikit..
Sedangkan dosaku berbukit-bukit..
Bahkan mungkin syukurku hanya sebatas mata kaki..
Sedangkan keluhku tiada henti...
Di pergantian siang dan malam...
Keyakinan itu datang...
Pada akhirnya semua usaha akan menemui hasil..
Semua ikhtiar akan terbayar..
Semua yang tersirat akan terbaca jelas..
Hingga syukur tak lagi luntur..
Lamongan, 6 Januari 2020
Biodata Penulis
Nama
: Adhelya Restu Iryani
Alamat
: jl.pramuka dsn. Penanjan -
desa Paciran - kec. paciran - kab. Lamongan
Email
: adheliryani@gmail.com
No
WhatsApp : 08819730245
Instagram
: @adhel_iryani
Kamis, 19 Maret 2020
Tanya Samudera
Karya : Adhelya
Restu Iryani
Aku terdiam
menikmati hembusan angin di tepi pantai..
Aku menatap jauh ke lautan lepas...
Melarungkan segala beban yang berkecamuk di dada...
Dalam diam aku bercerita..
Perihal jalan terjal yang kulalui...
Yang membenturku berkali kali..
Mencipta luka baru di antara luka lama yang
belum sepenuhnya pulih...
Aku bercerita tentang dunianya yang begitu indah
berpendar..
Sedangkan duniaku semakin meredup seolah tak lagi
bersinar...
Aku bercerita perkara mimpi yang sempat terhenti...
Dan langkahku yang kian tak pasti..
Dan darinya kudapati tanya...
Lantas..
Apakah syukurmu akan luntur setelah sekian kali
terbentur?
Ataukah semangatmu akan memudar?
Setelah melihat ada dunia yang lebih indah
berpendar..
Apakah langkahmu akan terhenti?
Setelah sejauh ini mencoba menapakkkan kaki..
Ataukah mimpimu akan terkubur?
Setelah perlahan melangkah mundur...
Aku terdiam,
berpikir keras terkait jawaban yang pantas....
Lamongan,7
Januari 2020
Biodata
Penulis
Nama : Adhelya Restu Iryani
Alamat : jl.pramuka dsn. Penanjan - desa Paciran -
kec. paciran - kab. Lamongan
Email : adheliryani@gmail.com
No WhatsApp : 08819730245
Instagram :
@adhel_iryani
Minggu, 01 Maret 2020
BERBATAS
Karya : Immi. Adhelya Restu
Iryani
"Bu,
itu lautnya langsung gabung sama langit ya?"
"Aku
pengen ke laut ujung sana bu, biar bisa menyentuh
langit"
Dulu
aku mengira bahwa batas laut itu adalah langit. Nyatanya kini aku mengerti
bahwa bukan laut yang tak berbatas melainkan penglihatan kita yang terbatas. Kita tak mampu melihat tepian laut seberang dengan
satu sudut pandang, satu satunya cara adalah mengubah sudut pandang tersebut.
--
Semakin
hari aku pun menyadari bahwa bukan hanya penglihatan kita yang terbatas, melainkan pengetahuan kita pun begitu terbatas. Satu-satunya cara
memperluas batas wawasan kita adalah belajar.
--
Semakin
belajar, aku semakin merasa pemahamanku pun
memiliki batas. Ada banyak hal
yang tidak ku ketahui. Bahkan beberapa tidak dapat dijangkau oleh nalarku
sebagai manusia. Satu satunya cara
adalah menggunakan hati untuk percaya, nalar dan naluri harus dipakai bersama.
--
Lambat
laun aku pun memahami. Nyatanya
hatiku tak seluas jagat raya, pun tak sehalus kain sutra. Sabarku masih berbatas,
syukurku masih tenggelam dalam keluh, taubatku
masih beradu dengan maksiat- maksiat baru. Satu-satunya hal yang harus ku lakukan adalah terus berbenah.
--
Kini
aku menyadari, beberapa hal memang diciptakan memiliki
batas. Agar aku tidak lupa statusku sebagai manusia. Batas-batas itu diciptakan
untuk meruntuhkan kecongkakanku ketika mulai sok berkuasa. Kecongkakan
dan kerakusan tak akan mampu menembus batas.
Satu-satunya yang dapat menembus batas adalah
ketulusan.
Paciran, 10 Januari 2020
Biodata Penulis
Nama : Adhelya
Restu Iryani
Alamat :
jl.pramuka dsn. Penanjan - desa Paciran - kec. paciran - kab. Lamongan
Email :
adheliryani@gmail.com
No WhatsApp :
08819730245
Instagram :
@adhel_iryani
Sabtu, 29 Februari 2020
Purnama Bertutur Kata
Dalam
hening di malam gulita...
Aku
menatap purnama yang menggantung indah di langit kota....
Pancaran
cahayanya menerpaku...
Seolah
berbisik..
Menyampaikan
kedamaian..
Tenanglah...
Semua
akan baik-baik saja..
Bersabarlah...
Karena
ada jawab pada setiap tanya..
Ada
obat pada setiap lara..
Ada
tawa mengiringi duka...
Ada
masa depan yang cerah diujung lelah...
Hey.. kau tak perlu merasa sendiri..
Tuhanmu
tak pernah meninggalkanmu dalam sunyi..
Teruslah
berbaik sangka akan rencanaNya..
Tetaplah
berharap hanya padaNya..
Ketahuilah...
Tuhanmu
begitu berkuasa..
Purnama
yang kau tatap kini adalah satu dari sekian mahakaryaNya..
Aku
tau..
Kau
menyimpan tangismu dalam tawa yang sering kau tampakkan pada mentari..
Aku
pun menyaksikan setiap pintamu pada ilahi..
Aku
memahami keresahanmu menatap mimpi yang tak kunjung kau gapai...
Aku
pun mengerti kesedihanmu yang menjumpai angan dan kenyataan tak sejalan..
Namun
percayalah..
Segalanya
terjadi bukan tanpa alasan..
Suatu
saat... kau
mungkin melihat..
Duniamu
dikelilingi orang-orang hebat...
Namun, kau tak perlu merasa
rendah diri...
Layaknya
rembulan dan mentari..
Rembulan
tak pernah lebih terang dari mentari..
Namun
cahayanya memberikan keteduhan tersendiri..
Tidak
membakar dan menyalurkan kedamaian..
Kau
pun memiliki peranmu sendiri..
Teruslah
melangkah meski kau rasa lelah..
Karena
boleh jadi Tuhanmu sedang menyiapkan sesuatu yang indah..
Sebgaimana
setelah gerhana pun ada fenomena indah dalam fase purnama...
Lamongan,18
Januari 2020
Biodata Penulis
Nama
: Adhelya Restu Iryani
Alamat
: jl.pramuka dsn. Penanjan - desa Paciran - kec. paciran - kab. Lamongan
Email
: adheliryani@gmail.com
No
WhatsApp : 08819730245
Instagram
: @adhel_iryani
Langganan:
Postingan (Atom)
Mars IMM Revivalis (accoustic version)
Popular Posts
-
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) merupakan organisasi otonom Muhammadiyah yang memiliki ciri khas dan perbedaan dibanding organisa...
-
Penggunaan antibodi monoklonal dalam rangka pencegahan penyakit infeksi pada era ini dapat mengatasi banyak kekurangan terkait terapi seru...
-
Oleh : Immi. Cecilia Tsania Fanani credit image: sehatq.com
-
Pada hari Sabtu (14/03), bidang organisasi Pimipinan Komisariat Revivalis dan Resurgence mengadakan kajian keorganisasian tentang AD/AR...
-
Laporan pertanggungjawaban bidang pimpinan 2019/2020 Jumat – Ahad, (18-20/06/2021) merupakan hari diadakannya musyawarah komisariat ke-13 ...
-
“... ideologi IMM ti d ak hanya sekedar menjadi sebuah paradigma, tapi memang harus betul-betul menjadi kesadaran kolektif untuk sekua...
-
Orang bilang, setitik merah telah mati Mati karena ulah tangan sendiri Setitik merah dalam lingkaran api Yang kini tak kunjung kujumpai...
-
Karya : Immi. Adhelya Restu Iryani credit: Pixabay "Bu, itu lautnya langsung gabung sama langit y a ?" "Aku ...
-
Karya : Immi. Adhelya Restu Iryani credit: Pixabay Dalam hening di malam gulita... Aku menatap purnama yang menggantung indah...
-
Ditulis oleh : Immi. Dwi Putri Ayu Wardani Credit: pixabay.com Dalam buku Menghalau Ekstremisme Konsep & Strategi Mengatasi Ekstremisme ...












